Kamis, 23 Juni 2016

Yang Muda Yang Berdakwah

Tidak ada komentar:



Dakwah Is My Way
 oleh Ferdiana Rose
Dakwah itu...
Dakwah itu apaan sih? Kaya ceramah gitu bukan? Itukan kerjaannya ustadz ustadzah aja! Aku sih ga paham banget tentang ilmu agama, jadi aku ga bisa tuh kalo disuruh berdakwah gituan!
Lumrah banget nih kalo anak muda di jaman sekarang pada sinis kalo disinggung tentang aktifis dakwah yang pekat sekali dengan keagamaan. Rasa-rasanya kegiatan yang satu ini dianggap sebgai sesuatu yang tidak keren atau semacamnya. Kebanyakan anak muda sekarang diajak diskusi tentang agama berasa kaya ketinggalan jaman gitu, berasa ga gaul dan sulit bergaul. Jadi orang orang berdakwah dalam prespektif kebanyakan orang itu yang harus sarungan dan pake peci untuk laki-laki, jubah dan jilbab panjang buat yang perempuan, terus ngomong didepan banyak orang sambil ngebahas perkara agama dari A sampai Z. Hello.....! lu pada ga hidup di jaman penjajahan belanda kan?
Sahabat-sahabatku sekalian, jika pikiran kalian masih menyangkut dengan salah satu prespektif yang penulis sebutkan diatas tadi  (bahkan mungkin semuanya), sahabat wajib mengorek lebih dalam tentang kegiatan kec abis yang satu ini kembali. Pasalnya, dakwah dengan prespektif yang seperti itu tergolong sempit dan sangat amat tertinggal jauh dari kenyataan dan realita yang terjadi di era ini.
Sebelum kita berjalan lebih jauh lagi tentang ramaja dan dakwah. Kita perlu tau seperti apa gambaran pasti dakwah tersebut.
Jadi buat tambah-tambah ilmu nih, penulis membuka kembali buku wajib kuliahnya semasa semester II yang lalu yang berjudul “ Ilmu Dakwah”  edisi revis karya Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag. Didalamnya beliau mennyertakan berbagai macam definisi dari para ahli mengenai dakwah. Diantaranya adalah,
1.      Aboebakar Atjeh (1971: 11), dakwah adalah sperintah mengadakan seruan kepada sesama manusia untuk kembali dan hidup sepanjang ajaran Allah yang benar dengan penuh kebijaksanaan dan nasihat yang baik.
2.      Jamaluddin Kafie (1993: 28), dakwah adalah “suatu sistem kegiatan dari seseorang, kelompok, atau segolongan umat Islam sebagai aktualisasi immaniyah yang dimanifestasikan dalam bentuk seruan, ajakan, panggilan, undangan, doa yang disampaikan dengan ikhlas dengan menggunakan metode, sistem, dan bentuk tertentu, agar mampu menyentuh kalbu dan fitrah seseorang, keluarga, sekelompok, massa dan masyarakat manusia, supaya dapat mempengaruhi tingkah laku untuk mencapai suatu tujuan tertentu.”
3.      Barmawi Umari (1989), dakwah adalah “mengajak kepada kebenaran, mengerjakan perintah, menjauhi larangan, agar memperoleh kebahagiaan dimasa sekarang dan yang akan datang.
4.      M. Arifin (1993:6), dakwah adalah “suatu kegiatan ajakan dalam bentuk lisan, tulisan, tingkah laku, dan sebagainya yang dilakukan secara sadar dan terencana dalam usaha mempengaruhi orang lain secara individu maupun kelompok agar supaya timbul dalam dirinya pengertian, kesadaran, sikap, penghayatan, serta pengamalan terhadap ajaran agama, message yang disampaikan kepadanya tanpa ada unsur paksaan.”
Nah, sahabatku sekalian. Paparan diatas merupakan segelintir saja dari banyak pendapat ahli mengenai dakwah. Penulis sendiri baru memhami dakwah yang sebenarnya ketika memasuki kuliah fakultas dakwah di UIN Sunan Ampel Surabaya, bahwasannya dakwah sendiri itu populer dengan menyeru pada kebenaran dan melawan keburukan (kalo bahasa kerenya itu, amar ma’ruf nahi mungkar), jadi ga cuman slogan yang ada di serial tv gitu.

Dakwahnya Darah Muda
Jika dizaman ini saya bertanya pada teman sebaya saya tentang a pa itu dakwah? Jawaban pertama yang sering saya dengar dari lontara bibir mereka ialah, ceramah. Setidaknya dugaan itu terbukti ketika saya menyampaikan sebuah presentasi yang berjudul “Dakwah Untuk Negeri” dalam sebuah Pelatihan Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh salah satu fakultas di kampus saya. Mengapa demikian? Ya, memang karena kegiatan dakwah ini erat sekali kaitannya dengan proses ceramah di majlis-majlis dalam maupun luar masjid. Definisi tersebut tidaklah salah, namun yang demikian merupakan pemikiran yang sangat sempit.
Alhamdulillah, atas izinNya saya diberi kesempatan untuk mencuri ilmu dari banyak dosen yang mengajar dijrusan saya (Komunikasi dan Penyiaran Islam). Sedikit banyak paradigma saya mengenai definisi, esensi dan urgensi dakwah lambat laun berubah dan berkembang. Penyajian materi yang dibenturkan oleh fakta dan realita mampu mengubah haluan calon da’i da’iah muda dalam mengemban tugas dakwahnya.
Kita mulai dari definisi dakwah itu sendiri, yang memiliki arti secara umum dengan kalimat “amar ma’ruf nahi mungkar”. Menyeru pada kebaikan dan mencegah yang mungkar, percis dengan slogan pahlawan anak-anak di televisi “membela kebenaran dan membrantas kejahatan.” Jika kita ambil kaya menyeru pada kebaikan, bukankah itu tidak hanya sekedar ceramah saja? Dan juga bukan hanya tugas anak rohis di SMA ataupun Lembaga Dakwah  Kampus saja yang melakukannya, setuju? Sebagai contoh, beberapa saudara seiman yang tengah menempuh kuliahnya perguruan tinggi ITS sudah mampu membuat sebuah karya inofatif dan kreatif yang tujuannya untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan khalayak luas guna mempermudah suatu pekerjaan. Bukankah mereka juga pahlawan? Tak peduli sebesar apa materi yang disumbangngkan otek cerdas nan brilian mereka, mereka berusaha menjawab dan mengentaskan persoalan juga permasalahn yang ada.
Maka esensinya bagi anak muda semakin jelas dan nyata. Hakikat berdakwah sendiri harus dipandang luas dan tidak hanya sekedar berlatih retorika namum implemantasi dan tindakan nyata. Ini baru penjelas dan penebal semboyan mahasiswa yang notaben nya mantan murid sekolahan sebagai agent of change.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
back to top